Apa yang dimaksud tokoh dalam cerita dongeng

Ilustrasi Apa yang Dimaksud dengan Tokoh Sumber www.unsplash.com

Dalam suatu cerita terdapat tokoh sebagai titik sentral. Selain tokoh utama, ada juga beberapa tokoh lain yang membantu dalam mengisi sebuah cerita. Simak penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan tokoh dalam suatu cerita pada artikel berikut ini.

Saat mengikuti jalannya cerita, seringkali kita terhanyut pada tokoh yang diceritakan. Cerita yang bagus adalah yang penokohan karakternya sangat kuat, sehingga pembaca mampu memiliki gambaran dan kedekatan dengan sang tokoh.

Apa yang Dimaksud dengan Tokoh?

Diambil dari buku Top Book SMP Kelas VIII (2016:110),

"Yang dimaksud dengan tokoh adalah individu ciptaan/rekaan pengarang yang mengalami peristiwa-peristiwa atau lakukan dalam berbagai peristiwa cerita".

Pada umumnya tokoh berwujud manusia, binatang, atau benda. Sementara yang dimaksud penokohan adalah penyajian watak tokoh dan penciptaan citra tokoh.

Pembagian Jenis Tokoh

Apa yang Dimaksud dengan Tokoh? Sumber www.unsplash.com

Dikutip dari buku Kuliah Al Quran : Kajian Al Quran dalam Teks dan Konteks (2021:175),

"Kriteria tokoh utama bukanlah berarti bahwa dia yang paling banyak frekuensi kemunculannya dalam cerita, tetapi diukur dari intensitas keterlibatannya dalam peristiwa-peristiwa yang membangun cerita".

Tokoh utama dapat pula ditentukan dalam hubungan antar tokoh. Tokoh sentral memiliki hubungan interaksi dengan semua tokoh yang ada dalam cerita. Tokoh utama biasanya juga dikenal sebagai judul cerita. Contohnya pada karya sastra berjudul Kisah Sitti Nurbaya.

Dari segi peran yang dibawakan, maka tokoh utama dapat dibedakan menjadi;

  1. Protagonis, adalah tokoh utama dalam suatu cerita yang selalu memerankan sifat-sifat terpuji.

  2. Antagonis, adalah tokoh utama dalam satu cerita yang selalu memerankan sifat tercela.

Kedua tokoh ini selalu berhadapan dan bertentangan dalam sebuah cerita, karena memiliki perbedaan watak yang bertolak belakang. Sementara yang dimaksud penokohan adalah penyajian watak tokoh dan penciptaan citra tokoh, yang terdiri atas 2 jenis;

  1. Tokoh datar/sederhana/pipih, yaitu tokoh yang hanya memiliki satu watak yang bersifat statis. Watak hanya sedikit mengalami perubahan, bahkan tidak sama sekali. Misalnya, tokoh kartun dan animasi.

  2. Tokoh bulat/bundar/komplek, adalah tokoh yang wataknya bersifat dinamis, karena banyak mengalami perubahan.

Setelah mengetahui apa yang dimaksud dengan tokoh, kini anda bisa memahami mengapa tokoh utama adalah garda terdepan dalam cerita.(DK)

Pengertian Tokoh

Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan pengertian tokoh dalam karya sastra khususnya prosa cerita (novel, cerpen, hikayat, dongeng). Secara sederhana dapat dikatakan bahwa yang namanya tokoh dalam karya sastra adalah sosok yang benar-benar mengambil peran dalam cerita tersebut. Atau kalau kita buat sebuah perbandingan, jika naskah tersebut akan dimainkan atau difilmkan, sosok tersebut membutuhkan aktor (pemain).

Dengan melihat definisi di atas, kita dapat melihat bahwa tokoh dalam cerita memiliki variasi fungsi atau peran mulai dari peran utama, penting, agak penting, sampai sekedar penggembira saja. Perbedaan peran inilah yang menjadikan tokoh mendapat predikat sebagai tokoh utama (sentral), tokoh protagonis, antagonis, peran pembantu utama (tokoh andalan), tokoh tidak penting (figuran), dan tokoh penggembira (lataran).Mungkin kita sering menemukan tokoh-tokoh dalam cerita kartun Jepang, atau komik. Misalnya Ultraman, Satria Baja Hitam, atau Doraemon.

Tokoh-tokoh tersebut hanya memiliki satu perwatakan. Ini adalah tokoh-tokoh sederhana, datar. Namun pasti kita perna melihat film Titanic, Troy, atau sinetron Intan di mana perwatakan tokoh-tokohnya disajikan secara lebih lengkap, memiliki perkembangan tokoh secara manusiawi (bandingkan dengan tipe pertama tadi, seperti robot).

Tokoh-tokoh seperti ini sering  disebut  sebagai  tokoh  bulat,  tokoh  komplek. Berikut ini penjelasan yang lebih ”sulit” dalam kacamata ilmu sastra!Yang dimaksud dengan tokoh adalah individu ciptaan/rekaan pengarang yang mengalami peristiwa-peristiwa atau lakukan dalam berbagai peristiwa cerita. Pada umumnya tokoh berwujud manusia, dapat pula berwujud binatang atau benda yang diinsankan.


Fungsi Tokoh

Berdasarkan fungsi tokoh dalam cerita, tokoh dapat dibedakan menjadi dua yaitu tokoh sentral dan tokoh bawahan.


  • Tokoh Sentral

Tokoh Utama atau Tokoh Sentral (ada pula yang menyebutnya Tokoh Kompleks,Tokoh Dinamis, Tokoh Bulat, Tokoh Berkembang) yaitu tokoh yang seluruh segi wataknya diungkapkan. Tokoh ini sangat dinamis, banyak mengalami perubahan watak. Tokoh Utama ini mengambil bagian terbesar dalam peristiwa cerita, dengan kata lain tokoh utama merupakan tokoh yang paling banyak diceritakan.


  • Tokoh Bawahan

Tokoh Bawahan adalah tokoh-tokoh yang mendukung atau membantu tokoh sentral. Tokoh Tambahan atau Tokoh bawahan (ada juga yang menyebutnya Tokoh Minor, Tokoh Statis, Tokoh Datar, Tokoh Sederhana) ini diungkapkan atau disoroti dari satu segi watak saja. Tokoh ini bersifat statis, wataknya sedikit sekali berubah, atau bahkan tidak berubah sama sekali. Tokoh Bawahan ini dimunculkan sekali atau beberapa kali. Tokoh-tokoh ini mendukung atau membantu tokoh sentral.

Tokoh bawahan dibedakan menjadi tiga, yaitu

  1. Tokoh andalan. Tokoh andalan adalah tokoh bawahan yangmenjadi kepercataan tokoh sentral (protagonist atau antagonis).
  2. Tokoh tambahan. Tokoh tambahan adalah tokoh yang sedikit sekali memegang peran dalam peristiwa
  3. Tokoh lataran. Tokoh lataran adalah tokoh yang menjadi bagianatau berfungsi sebagai latar cerita

Peranan Tokoh-tokoh

Tokoh-tokoh yang ada dalam karya sastra kebanyakan berupa manusia, atau makhluk lain yang mempunyai sifat seperti manusia. Artinya, tokoh cerita itu haruslah hidup secara wajar, mempunyai unsur pikiran atau perasaan yang dapat membentuk tokoh-tokoh fiktif secara meyakinkan sehingga pembaca merasa seolah- olah berhadapan dengan manusia sebenarnya.

Tokoh merupakan pelaku rekaan dalam sebuah cerita fiktif yang memiliki sifat manusia alamiah, dalam arti bahwa tokoh-tokoh itu memiliki “kehidupan” atau

berciri “hidup”. Tokoh memiliki derajat lifelikeness (kesepertihidupan). Karena karya fiksi merupakan hasil karya imajinatif atau rekaan, penggambaran watak tokoh cerita pun merupakan sesuatu yang artifisial, yakni merupakan hasil rekaan dari pengarangnya yang dihidupkan dan dikendalikan sendiri oleh pengarangnya.


Definisi Penokohan

Sebenarnya tokoh yang kita ciptakan ditentukan oleh perwatakan yang kita berikan pada tokoh tersebut. Mungkin saja nama tokohnya sama, tetapi ketika kita beri perwatakan yang berbeda, maka tokoh tersebut akan menjadi berbeda. Pemberian

watak tokoh ini merupakan seni tersendiri, yaitu seni ”mencipta” manusia. Mengapa begitu? Karena dengan memberikan perwatakan seperti yang kita inginkan kita menciptakan ”manusia baru” dalam dunia yang kita ciptakan, yaitu ”dunia fiksi”.

Pengaturan pemberian watak tokoh membutuhkan keahlian tersendiri agar cerita kita berjalan menarik. Pemberian watak tokoh harus berhubungan dengan peran tokoh tersebut dalam cerita yang kita buat. Tentu tidak bijaksana kalau tokoh yang dimaksud hanyalah tokoh figuran kok kita beri perwatakan begitu lengkap. Sebaliknya tokoh utama kita hanya kita beri perwatakan kasar, kurang detail. Ini juga tidak tepat.


Membuat Karakter Tokoh yang Bagus

Tips membangun karakter tokoh :

  1. Penulis harus tahu benar tokoh yang mau dia tulis. Dari situ bisa membantu membangun karakter tokoh yang kuat. Misal: nama, jenis kelamin, dll. Apa caranya sama dengan memuat tokoh untuk novel? Kurang lebih sama. Tapi untuk novel lebih kompleks lagi, karena cerita lebih lama dan
  2. Ada beberapa penulis bahkan membuat biodata dari satu tokoh. Dari nama, jenis kelamin, makanan favorit, pekerjaan, latar belakang, dll. Bahkan admin pernah baca, ada penulis yang sampai membuat buku diari si tokoh untuk benar-benar menyelami si tokoh / karakter
  3. Jangan lupa masukan pula kepribadian dan kebiasaan-keebiasaan dalam karakter si tokoh. Contoh : pendiam atau pemalu, suka menggigiti kuku, dan sebagainya. Kita bisa juga menentukan gaya bicara si karakter / tokoh tersebut. Itu cukup membantu. Jangan sampai tokoh pendiam, tetapi punya banyak Rupa / bentuk tubuh si tokoh, wajahnya, cara berjalan, bicara,melihat, adalah unsur-unsur yang bisa jadi perhatian kita untuk membuat karakter.
  4. Apa gunanya yang semua disebutkan pada nomor sebelumnya? Gunanya supaya karakter yang kita buat tidak melenceng dari yang seharusnya dan jalan ceritanya. Akan aneh kalau kamu buat karakter gadis manja, lalu tiba- tiba dia memanjat pohon atau mengejar layangan. Kecuali kalau ternyata dia hanya pura-pura
  5. Membuat karakter harus selogis mungkin, dan jangan terlalu sempurna. Sama seperti manusia asli, tokoh juga begitu. Buatlah tokoh nampak nyata. Cinderella yang merupakan karakter dongeng pun gak sempurna kok, buktinya dia tetap butuh bantuan ibu peri. Sama seperti kita yang butuh bantuan orang
  6. Cara menguatkan karakter tokoh bisa juga lewat deskripsi dan dialog serta plot cerita. Semuanya gak bisa berjalan masing-masing, harus saling
  7. Banyaklah membaca dan menonton, akan membantumu juga dalam membuat karakter yang kuat. Kok bisa? Dengan banyak membaca kita akan lihat bagaimana penulis lain membentuk karakternya, menguatkannya dalam adegan, deskripsi, dan dialog. Menonton film bisa melatih kita menangkap mimik dan intonasi serta aksi suatu tokoh. Membantu sekali dalam pembentukan
  8. Dalam cerpen tidak mungkin kita memasukkan semua hal-hal dari karakter tokoh yang kita buat, karena cerpen memiliki keterbatasan. Tetapi walau terbatas yang diterima pembaca, sebagai penulis harus menjadi yang paling tahu tentang karakter tersebut, dan itulah yang membuat karakter kita kuat. Karakter yang kita tahu pondasinya, akan sangat mudah dan kuat, juga tidak akan mudah melenceng dari apa yang kita inginkan. Dan itu karakter yang bagus.
  1. Pergi ke tempat umum seperti mall, cafe, arena bermain, dll juga dapat membantumu membangun karakter sekaligus mendapat ide. Misal saja di tempat umum kamu sedang melihat seorang ibu dan anaknya. Kamu bisa menentukan dari melihat, apakah dia ibu yang baik atau bukan. Dari proses memperhatikan itu kamu pelan-pelan mempelajari karakter orang yang suatu saat akan bisa kamu pakai dalam ceritamu. Tp jika sedang memperhatikan orang jangan seperti penguntit atau melotot di depan dia ya. Nanti kamu ditangkap satpam. Hahaha… Santai saja. Yah, seperti sedang „window shopping‟ atau  cuci  mata.  Karena  itulah  kamu  harus  melatih  kepekaan,  dan menajamkan

Demikianlah artikel daria duniapendidikan.co.id mengenai Tokoh Adalah : Pengertian, Fungsi, Peranan, Definisi, Cara Membuatnya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.

Apa yg dimaksud dengan tokoh dalam sebuah dongeng?

Tokoh dalam sebuah cerita kebanyakan manusia atau makhluk lain yang mempunyai sifat seperti manusia. Tokoh juga diartikan sebagai pelaku rekaan dalam sebuah cerita yang memiliki sifat manusia pada umumnya.

Apa yang dimaksud dengan tokoh dan karakter dalam dongeng?

Tokoh adalah orang yang berperan yang menjadi pelaku dalam sebuah cerita. Tokoh cerita yang dalam suatu karya yang dimaksud dapat ditampilkan dalam bentuk drama/teater, cerpen, maupun novel. Karakter atau sifat dari seorang tokoh disebut penokohan.

Apa saja tokoh dalam cerita dongeng?

Tokoh dalam cerita berdasarkan wataknya terbagi menjadi: Tokoh protagonis, yaitu tokoh yang memiliki sifat baik. Tokoh antagonis, yaitu tokoh yang memiliki sifat bertentangan dengan tokoh protagonis. Tokoh tritagonis, yaitu tokoh penengah.

Apa yang dimaksud dengan nama tokoh cerita?

Tokoh cerita adalah pemeran yang ada dalam cerita tersebut. Sebagai contoh: Kisah Malin Kundang, tokoh cerita nya adalah Malin Kundang, ibu nya Malin Kundang, nahkoda, dan lain-lain.