Apa implementasi negara berdasarkan pancasila keempat

Menurut sejarah, Pancasila diusulkan pertama kali oleh Ir. Soekarno untuk dijadikan dasar negara pada sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 1 Juni 1945, dimana pada sidang itu membahas Pancasila sebagai dasar negara. Pancasila sebagai dasar negara, hal ini berarti bahwa setiap tindakan rakyat dan Negara Indonesia harus sesuai dengan Pancasila.

Pancasila ini dijadikan sebagai sumber dari segala sumber hukum termasuk menjadi dasar dari setiap produk hukum. Indonesia sebagai negara hukum dalam perspektif Pancasila mensyaratkan bangsa untuk memupuk budaya musyawarah dalam hal ini dihendaki adanya asas kerukunan agar hubungan antara pemerintah dan rakyat bisa serasi.

Dinyatakan pada Sila keempat bahwa kerakyatan dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Pernyataan ini secara eksplisit telah mengamatkan kepada bangsa Indonesia agar mengedepankan musyawarah. Untuk melaksanakan amanat tersebut, lembaga permusyawaratan diberikan wewenang untuk merumuskan suatu hukum dengan senantiasa memperhatikan prinsip-prinsip yang tercakup dalam Pancasila.

Sistem hukum nasional diharapkan melahirkan produk hukum yang demokratis, yaitu tercapainya ketertiban, keadilan, keteraturan untuk dapat memberikan perlindungan bagi rakyat dalam memperoleh keadilan dan ketenangan. Peraturan perundang-undangan harus memperhatikan apa yang terkandung dalam Pancasila, karena disitu terdapat nilai negara yang merupakan harapan-harapan dan keharusan negara.

Perwujudan demokrasi pancasila di bidang hukum diwujudkan dengan berbagai bentuk. Salah satunya dalah dengan menjunjung tinggi hak rakyat dalam sebuah keputusan politik Indonesia. Contohnya seperti sistem pemilihan umum, dimana ada perubahan di tahun 1999 MPR tidak lagi memiliki wewenang untuk memilih Presiden, akan tetapi langsung dipilih oleh rakyat. Rakyat juga melakukan pemilihan langsung dalam memilih kepala daerah pada tahun 2004. Dan pada tahun 1999 akhirnya UU Pemilu disahkan, dan sekarang UU Pemilu adalah UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Adanya pemilihan langsung ini, bisa diartikan bahwa Indonesia menjunjung tinggi nilai musyawarah mufakat yang tumbuh dari tradisi nilai budaya bangsa.

Karena Pancasila sebagai dasar negara, maka dalam pembentukan peraturan perundang-undangan haruslah berpaku pada Pancasila yang mana merupakan pandangan hidup, kesadaran dan cita-cita hukum. Hukum Indonesia pun harus di kembangkan lagi dimana harus menjamin terwujudnya negara berdasar atas hukum dan perlindungan hak asasi manusia, menjamin terwujudnya kenegaraan yang demokratis, terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Jonathan Averino / 2301935893 / Mahasiswa Binus University

Dasar kehidupan bersama di Indonesia adalah Pancasila. Kita selalu melandaskan Pancasila dalam melandaskan segala apapun. Tetapi, apakah kalian pernah berpikir untuk mengganti Pancasila dengan yang lain? Apakah Pancasila penting bagi kehidupan kita? Apa yang terjadi bila Pancasila tidak pernah dirumuskan oleh Ir. Soekarno? Apa yang terjadi jika kita tidak menjadikan Pancasila sebagai landasan kita untuk hidup berbangsa dan bernegara?

Pancasila pertama kali disebut dalam sidang pertama BPUPKI yang berlangsung pada tanggal 29 Mei hingga 1 Juni. Tepatnya pada tanggal 1 Juni, Ir. Soekarno memperkenalkan 5 sila yang terdiri dari Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme dan Peri Kemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa. Maka, lahirlah Pancasila.

Meskipun saat Orde Baru sempat disalahgunakan, tetapi pada jaman sekarang Pancasila digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai landasan dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara. Masyarakat Indonesia sadar bahwa Pancasila itu sangat penting. Mereka mengimplementasikan Pancasila ke dalam kehidupan sehari-hari.

Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam kehidupan sekarang, setiap masyarakat Indonesia dijamin kebebasan dalam menjalani kepercayaannya masing-masing. Masyarakat kini dapat menjalani kepercayannya dengan tenang tanpa gangguan intoleransi. Di sila ini, masyarakat juga diminta agar tidak menistakan agama lain dan harus menjunjung tinggi kerukunan umat beragama antara satu dengan yang lain.

Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Di sila ini, semua warga negara Indonesia memiliki hak yang setara dalam pemenuhan kesejahteraan. Selain itu, juga kesetaraan dalam kehidupan yang layak, hak politik, hokum, dan semua hal yang telah diatur di undang-undang tanpa melihat suku dan ras warga negara Indonesia tersebut.

Sila ketiga, Persatuan Indonesia. Di sila ketiga ini, semua warga negara Indonesia tidak boleh melakukan aksi-aksi yang dapat merenggangkan persatuan dan kesatuan negara kita, seperti melakukan tindakan terorisme, intoleransi, gerakan separatism, dan hal-hal yang serupa. Sebagai warga negara Indonesia yang baik, kita harus tetap menjaga keutuhan negara kita. Kita harus menghindari tindakan-tindakan yang dapat memecah belah negara kita.

Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan. Dapat dilihat, bahwa banyak sekali kasus ataupun masalah yang terjadi di negara kita yang menunjukkan penurunan sila keempat ini. Contohnya banyaknya kasus sengketa Pilkada yang harus berakhir di MK. Hal ini semakin parah karena masyarakat disuguhkan oleh matinya sikap dalam menghormati pendapat orang lain. Demokrasi dan rasa legowo di hati para pihak yang kalah seolah-olah sudah mati sejak lama. Sebagai warga negara yang baik, kita harus menghormati segala keputusan yang telah dirundingkan bersama.  Meskipun kalah, kita harus lapang dada dalam menerima apapun hasilnya.

Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Di sila kelima ini, dapat dilihat bahwa tujuannya adalah agar seluruh warga negara Indonesia mendapat kesejahteraan dan keadilan yang merata. Seluruh rakyat Indonesia berhak mendapatkan penghidupan yang layak, penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia, perlindungan keamanan dan hokum yang seutuhnya, dan semua hal yang berkaitan dengan kesejahteraan warga negara.

Meskipun banyak orang maupun pihak yang ingin memecah belah negara kita dengan menganggu nilai-nilai Pancasila, kita tidak boleh goyah. Kita harus berpegang teguh pada Pancasila yang menyatukan Indonesia yang sangat luas ini. Nilai-nilai Pancasila merupakan hasil kerja keras para leluhur kita yang ingin Indonesia dapat hidup dengan damai dan tenteram. Kita sebagai anak muda, harus bisa selalu menjaga keutuhan nilai-nilai Pancasila agar tidak pudar karena budaya-budaya luar yang masuk ke Indonesia. Apalagi sekarang ancaman bisa datang dari mana saja. Bisa saja dari internet, paham tidak benar, dan lain-lain.

Implementasi Pancasila sangat penting bagi kehidupan sehari-hari. Bila kita tidak menerapkan Pancasila sebagai landasan dalam berkehidupan bersama, maka dapat menimbulkan berbagai masalah yang dapat merugikan diri sendiri maupun oleh orang lain. Oleh karena itu, kita tidak boleh lupa untuk selalu melandaskan Pancasila dan tetap menjaga keutuhan nilai dari Pancasila itu sendiri. Jika bukan kita yang menjaga dan menerapkan nilai-nilai Pancasila, siapa lagi?

Referensi

https://tirto.id/sejarah-hari-lahir-pancasila-peran-bpupki-dan-ppki-cpMp

https://www.kompas.com/skola/read/2020/02/03/070000769/arti-penting-pancasila-sebagai-dasar-negara-dan-pandangan-hidup?page=all

https://www.kompasiana.com/miratunnisa9767/5d4d5886097f360c44671793/pancasila-sebagai-dasar-kehidupan-berbangsa-dan-bernegara?page=all

http://s2mkp.fisip.unair.ac.id/implementasi-pancasila-dalam-kehidupan-berbangsa-dan-bernegara/

Bagaimana implementasi sila ke

Dengan mengikuti musyawarah pemilihan ketua kelas dan menghargai keputusan yang diambil, itu merupakan salah satu bentuk sikap meneladani Pancasila sila keempat. Itulah contoh sikap yang sesuai dengan Pancasila sila ke-4 di sekolah yang bisa dilakukan bagi siswa.

Apa saja nilai yang terkandung dalam sila ke

Pengamalan Nilai Sila Keempat Pancasila - Kita tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain. - Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan demi kepentingan bersama. - Musyawarah harus mencapai kata mufakat dan hasilnya diterima dengan semangat kekeluargaan. - Menghormati hasil keputusan musyawarah.

Apa manfaat dari penerapan sila keempat Pancasila dalam kehidupan sehari hari?

Sila ke empat mengajarkan kita untuk lebih menghargai orang lain. Baik pendapat mereka. Demi mewujudkan masyarakat yang bersatu.